Langsung ke konten utama

ARTIKEL KKN SISDAMAS 268

 Solusi Pencegahan Hama Monyet Di Desa Sandingtaman Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis Jawabarat


M. Syarif Setiadi1, Naufal Berlian Taufiqurrohman2 ,Tiny Frihatini Pamungkas3  

1Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati. e-mail: naufal.berlian.99@gmail.com 

2Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati. e-mail: m.syarifsetiadi@gmail.com  

3Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati. e-mail: tinyfrihatini27@gmail.com  



Abstrak 

Hama monyet seringkali menjadi momok menakutkan bagi masyarakat setempat, khususnya bagi masyarakat di dusun sanding desa sandingtaman. Pasalnya hama tersebut menyerang perkebunan warga seperti perkebunanan umbi-umbian, kopi, pisang, dan sebagainya. Akibat hal tersebut ekonomi masyarakat menjadi terganggu. Monyet tersebut memakan pucuk -pucuk pohon, daun daun muda, ranting dan cabang, buah buahan dari berbagai jenis tumbuhan, juga serangga, moluska, dan hewan kecil lainnya. Jenis monyet yang sering dijumpai menyerang tanaman adalah monyet vervet (Macaca fascicularis). Monyet jenis ini (Macaca fascicularis) hidup berkelompok 10-50. Kelompok ini hidup berpindah-pindah untuk mencari makanan, biasanya di jalur yang tetap. Akibatnya, kelompok tersebut dapat menyerang atau memakan hasil panen petani yang menghalangi jalannya. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode PAR, yaitu metode penelitian tindakan partisipatif. Dari sini kami menemukan masalah yang sangat besar, melibatkan pemerintah desa, kecamatan, kabupaten bahkan provinsi untuk menyelesaikan masalah ini, memperhatikan bahwa kami hanya dapat menemani dan membawa komunitas yang sudah terbentuk, dan terus berkomunikasi dengan mereka sehingga prosedurnya dapat dilakukan. berhasil, dan seperti yang diharapkan, yaitu tanpa mengganggu monyet masuk kembali ke ladang petani tanpa harus membunuh monyet.

Kata Kunci: Hama Monyet. 


Abstract 

Monkey pests are often a frightening specter for the local community, especially for the people in the sanding hamlet, sandingtaman village. The reason is that these pests attack residents' plantations such as tubers, coffee, bananas, and so on. As a result, the community's economy is disrupted. The monkeys eat tree shoots, young leaves, twigs and branches, fruits from various types of plants, as well as insects, mollusks, and other small animals. The type of monkey that is often found attacking plants is the vervet monkey (Macaca fascicularis). This type of monkey (Macaca fascicularis) lives in groups of 10-50. This group lives on the move in search of food, usually on a fixed path. As a result, the group can attack or eat the crops of farmers who get in their way. The method that will be used in this research is the PAR method, which is a participatory action research method. From here we found a very big problem, involving the village, sub-district, district and even provincial governments to solve this problem, noting that we can only accompany and bring communities that have already been formed, and continue to communicate with them so that the procedure can be carried out. It worked, and as expected, without disturbing the monkeys re-entering the farmer's fields without having to kill the monkeys.

Keywords: monkey pest.


PENDAHULUAN 

Pertanian adalah penggunaan sumber daya hayati oleh manusia untuk menghasilkan makanan, bahan baku industri atau energi, dan untuk mengelola lingkungan. Sebagian besar penduduk dunia bergantung pada pertanian.

Sektor pertanian berada di garda depan pertanian negara kita karena mencapai swasembada pangan adalah agenda nasional pemerintah Indonesia. Pada tahun 2016, petani kita mampu memberikan kontribusi sebesar 13,45% terhadap PDB nasional. Menurut hasil survei dan data observasi Badan Penyelidik Nasional Indonesia pada triwulan I tahun 2017, ketahanan pangan 1 tahun dapat tercapai.

Namun berbeda dengan dusun Sanding desa sandingtaman, para warga yang memiliki kebun memilih meninggalkan kebunnya. Hal ini karena serangan hama monyet dapat memakan dan merusak hasil panen warga. Hal ini berdampak negatif bagi warga sekitar yaitu rusaknya hasil panen warga, seperti tanaman palawija dimakan kera sebelum petani panen, pisang dan tanaman sengon kecil dirusak dan dimakan kera.

​Dari hasil survey ke beberapa warga disana, awal mula hama tersebut muncul lantaran habitat aslinya yang berada di gunung sawal dijadikan perkebunan kopi yang diberi insektisida dan juga objek wisata. Sehingga sumber makanan di habitat aslinya berkurang. Karena tidak ada nya sumber makanan, para monyet tersebut turun dan merusak tanaman warga. Permasalahan ini sempat mereda pada tahun 2018 pada saat pemerintah desa mengambil tindakan berupa penangkapan besar-besaran. namun pada tahun 2020 hama tersebut muncul kembali. penanaman kembali pohon pisan menjadi salah satu penyelesaian masalah ini agar stok makanan di habitat aslinya mencukupi.

PELAKSANAAN KEGIATAN 

    



HASIL DAN PEMBAHASAN 

Hama monyet merupakan salah satu vertebrata yang menyerang banyak tanaman. Pada komuditas pertanian, monyet merusak tanaman jagung, palawija, dll. 

Menurut warga setempat monyet menyerang tanaman warga pada tahun 2018 an, akan tetapi tidak begitu banyak, dan hama monyet ini mulai kembali sejak tahun 2020 an dengan jumlah yang lebih banyak. Hama monyet ini hanya menyerang perkebunan di dusun sanding saja karena disana wilayahnya masih asri dan jauh dari pemukiman penduduk, sementara di dusun lain persawahan dan perkebunan rata-rata berada di pinggir jalan dan dekat dengan pemukiman warga.

Sebagian besar masyarakat di Desa Sandingtaman bermata pencaharian sebagai petani. Kegiatan berladang, menjaga kebun, dan aktivitas bercocok tanam lainya dimulai dari pukul 07.00 wib hingga 11.30 wib dan dilanjutkan jam 14.00 wib hingga jam 17.00 wib. Warga dusun sanding khususnya yang mengalami langsung gangguan dari hama monyet ini memulai aktivitas lebih awal untuk menjaga palawija mereka dari gangguan hama monyet ini.

Masyarakat Desa Sandingtaman juga kebanyakan menggantungkan hidup pada pada mata pencaharian tersebut. Tiap KK rata-rata memiliki perkebunan/sawah. Oleh karena itulah Desa Sandingtaman terlihat anggun dikelilingi sawah dan perkebunan palawijanya. Namun, semakin lama sektor pertanian dan sektor perkebunan mengalami pemerosotan penghasilan, dikarnakan serangan hama monyet. 

Setelah melakukan identifikasi masalah didusun Sanding, maka dilakukanlah peruncingan fokus masalah yang paling signifikan di Desa Sandingtaman. Adapun yang menjadi sorotan bagi masyarakat adalah Serangan hama monyet yang memakan dan merusak tanaman warga. Hama binatang seperti monyet babi hutan , biasa meneyerang tanaman buah, kopi, dan karet. Masyarakat menginginkan adanya penanggulangan hama monyet . Namun, kebanyakan masyarakat masih belum menyadari pentingnya gotong royong dalam penanggulangan hama monyet ini. 

Oleh karena itu, mahasiswa bersama masyarakat menganalisis masalah yang selama ini dikeluhkan oleh petani dan juga masyarakat. Setelah melakukan penulusuran dengan menggunakan metode mapping. Adapun hasil dari analisi tersebut adalah permasalahan yang memnyebabkan adanya hama monyet ini antara lain, kurang berfungsinya komunitas kelompok tani, Mahasiswa sebagai fasilitator memberikan gambaran bersama masyarakat tentang penanggulangan hama monyet. Masyarakat juga ikut andil dalam memusatkan pokok permasalahan hama monyet ini. Hal ini dikarnakan sebagai wujud keresahan masyarakat terhadap serangan hama monyet yang setiap hari dirasakan. Mahasiswa sebagai fasilitator menanyakan upaya penanggulangan hama monyet sejauh ini, antara lain : 

1. Mengajak masyarakat ke dinas pelestarian lingkungan. 

Mereka hanya mengandalkan perseorangan (Individual) untuk menjaga tanamannya. Jauh dari itu belum ada solusi yang bisa dilakukan masyarakat Dusun Sindang Desa Sandingtaman. Setelah meminta pendapat sekaligus berkonsultasi mengenai masalah yang sedang dihadapi oleh warga Sindang yaitu ladang mereka dirusak oleh monyet. Akhirnya ditemukan salah satu penyelesaian dari dinas pelestarian lingkuangan untuk menanam kembali pohon-pohon makanan monyet yang sudah di habiskan di tebang oleh manusia. Menurut kepala dinas pelestarian lingkuangan monyet tersebut harus di lestarikan oleh karenanya meskipun monyet menyerang tanaman warga Sindang ketika mau diusir setidaknya tanpa membunuh monyet tersebut, karena yang mengakibatkan monyet menyerang lahan petani adalah ulah dari keserakahan manusia. Pagar alami merupakan pagar yang terbentuk dari tanaman yang dinilai cukup efektif bisa memproteksi areal yang di inginkan. Sebagai contoh menanam pohan salak yang rapat mengelilingi ladang / kebun bisa menjadi solusi yang cukup ampuk mengingat batang pohon salak ditumbuhi duri yang ditakuti oleh monyet. 

2. Mengajak tokoh masyarakat keorang-orang yang dulu ladangnya pernah diserang monyet 

a. Membuat fisik mekanis pengendalian hama monyet 

Salah satu pengendalian hama monyet yaitu dengan membuat pengahalan mekanis. Penghalang mekasis yang dimaksud adalah seperti parit atau pagar parit atau pagar dibuat sedemikian rupa agar tidak dapat dilewati oleh monyet. 

b. Memahami rantai makanan monyet 

Pengendalian hama monyet dengan memahami rantai makanannya yaitu memanfaatkan musuh alami monyet seperti harimau, macan tutul, dan ular sanca. Musuh alami tersebut dapat dimanfaatkan dengan cara konserfasi musuh alami yang memang merupakan hewan yang dilindungi oleh undang-undang. Beberapa petani ada yang memelihara anjing untuk mengusir monyet dikebunnya. 

Masyarakat Sandingtaman adalah masyarakat yang sangat giat terutama dalam segi kekompakan, ini dibuktikan ketika salah satu masyarakat ada yang sedang membutuhkan bantuan, masyarakat lain tanpa berfikir panjang membantu masyarakat yang membutuhkan tersebut, hal ini juga dibuktikan bahwa masarakat Sandingtaman juga giat dalam kegiatan keagamaan dengan adanya penganjian rutinan setiap hari rabu dan sabtu, ditambah dengan yasinan setiap malam jum’at di dusun masing-masing yang berada di Desa Sandingtaman. Masyarakat Sandingtaman khususnya didusun Sindang. Rata rata ber ekonomi menengah kebawah, karena pekerjaan mereka segtiap harintya adalah bertani dan buruh, meskipun ada sebagian dari mereka yang mencari nafkah di luar kota, tapi masayarakat Sandingtman masih tetap menjaga kekompakan mereka. 

Masyarakat Sandingtaman memiliki banyak masalah yang sedang dihadapi, mulai dari masalah ekonomi, sosial, ke agamaan, dan per ekonomian, namun meskipun terlalu banyak masalah yang sedang dihadapinya masyarakat ini masih belum sadar bahwa itu adalah masalah yang harus diselesaikan, karena hal ini lah kami membagi beberapa sector dalam mengangani semua masalah yang ada di Desa Sandingtaman, meskipun hanya beberapa yang bisa kami bantu. Setidaknya dapat membantu sedikit keresahan yang terjadi diDesa Sandingtaman ini, namun ada hal yang memprihatinkan yang terdeteksi oleh kami, yaitu telalu banyaknya petani yang gagal panen akibat serangan dari monyet, bahkan monyet tersebut bukan hanya memakan tapi juga merusak tanaman yang ditanam oleh petani. 

Berangkat dari inilah maka KKN Sisdamas UIN Sunan Gunung Djati Bandung, yang di sertakan kesepakan bersama mengangkat masalah monyet ini adalah masalah yang setidaknya dapat ditemukan solusi untuk membantu warga sekitar khususnya dusun Sindang Desa Sandingtaman. Mengingat faktor ekonomi yang menjadi bahan pokok mereka dirusak oleh monyet, dan ekonomi mereka sudah jelas menurun akibat seranagan ini, mengingat faktor ekonomi adalah faktor utama dalam hidup masyarakat dusun sindang serta kesejahteraan mereka. dan juga menyangkut ,masalah nafakahnya mereka kepada anak anak mereka yang sedang menmpuh pendididkan. 

Dari paparan diatas kami berusaha memberi solusi kepada masyarakat Sandingtaman untuk menyelasaikan masalah yang sedang dihadapi oleh mereka semampu kami, karena kami yakin dengan tekat kebersamaan dan kekompakan tanpa adanya rasa iri akan mampu menolong masyakat dalam menyelesaikan masalah ini.


PENUTUP

Dengan dilaksanakannya program Pencegahan Hama Monyet Di Desa Sandingtaman Kecamatan Panjalu ini diharapkan pengetahuan masyarakat khususnya yang berprofesi sebagai petani tentang pennanggulangan hama monyet yang sering kalli merugikan mereka dapat bertambah. Sehingga selepas masa KKN kami ini, masyarakat dapat melakukan tidak lanjut terhadap pencegahan terhadap hama monyet ini. Ide dan solusi yang kami sampaikan merupakan sebuah solusi yang kami dapat dari hasil riset terhadap kasus serupa yang terjadi ditempat lain.

Solusi pencegahan ini diharapkan dapat membantu hasil pertanian warga, yang mana sektor ini merupakan salah satu sektor vital dalam kehidupan masyarakat di Desa Sandingtaman, Sehingga secara tidak langsung dapat membantu meningkatkan taraf ekonomi mereka kedepannya.

Semoga hasil penelitian yang kami lakukan ini dapat terus dikembangkan sehingga dapat memberi manfaat yang lebih besar bagi masyarakat luas.                                                                        

UCAPAN TERIMA KASIH

Ucapan terima kasih atas bantuan dan kontribusi yang diberikan dalam penelitian ini kami sampaikan kepada:

Arsyad Borsyad selaku DPL untuk kelompok 268 KKN Sisdamas UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Masyarakat Desa Sandingtaman.

Kelompok 267 KKN Sisdamas UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Kelompok 268 KKN Sisdamas UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Kepala Desa Sandingtaman beserta Jajarannya.

Berkat bantuan dan kontribusi pihak-pihak diatas penelitian ini dapat berjalan dengan baik dan dapat memberi manfaat bagi masyarakat Desa Sandingtaman.

DAFTAR PUSTAKA

Tjahjadi, Ir Nur. 1989. “Hama dan Penyakit Tanaman”. Yogyakarta: Kanisius Astina, Sela, Iswandi Umar dan Deded Chandra. 2018. 

Penerapan Konsep Kampus Ramah Lingkungan (Green campus) Dalam Tinjauan Deep Ecology Di Universitas Negeri Padang. Padang. Jurnal Buana. Nomor 5. Volume 2. E-ISSN: 2615-2630.

Komentar